My home is my palace inilah
yang kita dengar dari orang barat atau dalambahasa sunda kasar ala Ciamis selatan
Imah aing nyaeta Istana aing dan dari sinilah
terinspirasi tentang pentingnya rumah tempat kita tinggal dan beristirahat bahkan dalam perc
akan sehari2 orang Mesir rumah dipakai untuk
mengutuk orang atau sebaliknya untuk mendo'akan seseorang. dalam bahasa arab rumah adalah BAET dan mungkin siapapun
yang pernah mengujungi Mesir atau menonton film Mesir akan mendengar kata
-Allah yahreb baetek
yang artinya Allah merusak rumahmu inilah cara mereka untuk mengutuk seseorang atau mungkin kita mendengar seperti Robbuna ammar baetak
yang artinya Tuhan kita mudah2an
membangun rumahmu ini mungkin mendo'akan yang paling unik yang saya dengar selama ini dalam kitab suci AL QUR,AN kata rumah atau baet,buyut,maskan dan sebagainya sering kita jumpai ini menunjukan bahwa manusia dan rumah sesuatu yang tak bisa di pisahkan kapanpun dan dimanapun baik itu jaman firaun masih pakai kolor doang atau jaman sekarang jaman dimana segala sessuatu bisa kita dapatkan di internet. Apapun bentuk rumah tampa melirik design dan materialnya itu menjadi kebanggan pemiliknya
bahkan mungkin menjadi
kebanggaan sebuah suku bangsa maka dari itu kita jumpai yang namanya Rumah adat suku Papua atau bugis atau minang ect. pada
sesuatu komunitas yang hidup di tanah gersang seperti suku Arab badu
yang hidup di padang pasir rumahnya hanya berupa tenda yang sangat has dari warna dan designnya dan mereka sangat membanggakan rumahnya padahal ketika hujan turun nyaris rumahnya badu itu tak bisa menahan air hujan. pada kesempatan ini saya ingin mengatakan sesuatu bahwa memiliki rumah adalah impian saya
dari jaman baheula dan
sayangnya impian hanyalah impian dan sampai sekarang impianitu belum terrealisasi baru pada akhir th 2009 saya mulai melangkah untuk merealisasikan
impian
saya dahulu. dengan tekad yang bulat dan memang hanya tekad yang aku miliki karena dana untuk mewujudkannya tidak ada kecuali beberapa rupiah yang ada di account saya. jujur saja saya tidak punya pengalaman dalam medirikan bangunan pengalaman saya tentang itu zero berbeda dengan temanku mas AGUS PIPIN alias AHM
AD dari Jogja yangmana
dia punya banyak pengalaman dalam mendirikan banguna secara teori(edukasi) dan lapangan bahkan dia banyak menasehati
saya dan saya sangat bersyukur
tentang nasehatnya yang sangat berharga maklum dia keluaran UGM jurusan tehnik bangunan. sekalilagi terimakasih atas nasehat temanku AGUS PIPIN. Dan inilah
Photo proyek rumah saya dengan design dan idea sendirian dan baru selesai
45 % dengan dana sekitar 116 juta rupiah
sampai detik ini dan semoga Allah meudahk
an saya dalam menyelesaikannya ..Amiiiiin ya robbal alamiiiiin
membangun rum
ah di kampung bau lisung
berbeda dengan di kota bukan hanya dana yang jadi pikran tapi juga masalah alat2 yang di perlukan contohnya untuk mencurahkan beton kalau di kota mumkin cukup dengan mendatangkan mobil molen sedangkan
di
kampung jangankan mobil molen mesin molen buat membikin beton juga nyarinya sulit setengah mati dan solusinya yang hidup di kampung terpaksa mendatangkan banyak pekerja tentunya
mengeluarkan extra dana mulai
dari rokok pekerja makanan sampai transportasi saya sendiri ketika pencurahan cor atas mengerjakan sekitar 70 orang perorang 50.000 dari jam 7.30 sampai jam 1.30
.jpg)
beginilah keadaan di kampung ..tapi aku percaya setelah kesulitan pasti kita temukan setitik sinar di ujung jalan
yang kita dengar dari orang barat atau dalambahasa sunda kasar ala Ciamis selatan
Imah aing nyaeta Istana aing dan dari sinilah
terinspirasi tentang pentingnya rumah tempat kita tinggal dan beristirahat bahkan dalam perc
akan sehari2 orang Mesir rumah dipakai untuk
mengutuk orang atau sebaliknya untuk mendo'akan seseorang. dalam bahasa arab rumah adalah BAET dan mungkin siapapun
yang pernah mengujungi Mesir atau menonton film Mesir akan mendengar kata
-Allah yahreb baetek
yang artinya Allah merusak rumahmu inilah cara mereka untuk mengutuk seseorang atau mungkin kita mendengar seperti Robbuna ammar baetak
yang artinya Tuhan kita mudah2an
membangun rumahmu ini mungkin mendo'akan yang paling unik yang saya dengar selama ini dalam kitab suci AL QUR,AN kata rumah atau baet,buyut,maskan dan sebagainya sering kita jumpai ini menunjukan bahwa manusia dan rumah sesuatu yang tak bisa di pisahkan kapanpun dan dimanapun baik itu jaman firaun masih pakai kolor doang atau jaman sekarang jaman dimana segala sessuatu bisa kita dapatkan di internet. Apapun bentuk rumah tampa melirik design dan materialnya itu menjadi kebanggan pemiliknya
bahkan mungkin menjadi
kebanggaan sebuah suku bangsa maka dari itu kita jumpai yang namanya Rumah adat suku Papua atau bugis atau minang ect. pada
sesuatu komunitas yang hidup di tanah gersang seperti suku Arab badu
yang hidup di padang pasir rumahnya hanya berupa tenda yang sangat has dari warna dan designnya dan mereka sangat membanggakan rumahnya padahal ketika hujan turun nyaris rumahnya badu itu tak bisa menahan air hujan. pada kesempatan ini saya ingin mengatakan sesuatu bahwa memiliki rumah adalah impian saya
dari jaman baheula dan
sayangnya impian hanyalah impian dan sampai sekarang impianitu belum terrealisasi baru pada akhir th 2009 saya mulai melangkah untuk merealisasikan
impian
saya dahulu. dengan tekad yang bulat dan memang hanya tekad yang aku miliki karena dana untuk mewujudkannya tidak ada kecuali beberapa rupiah yang ada di account saya. jujur saja saya tidak punya pengalaman dalam medirikan bangunan pengalaman saya tentang itu zero berbeda dengan temanku mas AGUS PIPIN alias AHM
AD dari Jogja yangmana
dia punya banyak pengalaman dalam mendirikan banguna secara teori(edukasi) dan lapangan bahkan dia banyak menasehati
saya dan saya sangat bersyukur
tentang nasehatnya yang sangat berharga maklum dia keluaran UGM jurusan tehnik bangunan. sekalilagi terimakasih atas nasehat temanku AGUS PIPIN. Dan inilah
Photo proyek rumah saya dengan design dan idea sendirian dan baru selesai
45 % dengan dana sekitar 116 juta rupiah
sampai detik ini dan semoga Allah meudahk
an saya dalam menyelesaikannya ..Amiiiiin ya robbal alamiiiiin
membangun rum
ah di kampung bau lisung
berbeda dengan di kota bukan hanya dana yang jadi pikran tapi juga masalah alat2 yang di perlukan contohnya untuk mencurahkan beton kalau di kota mumkin cukup dengan mendatangkan mobil molen sedangkan
di
kampung jangankan mobil molen mesin molen buat membikin beton juga nyarinya sulit setengah mati dan solusinya yang hidup di kampung terpaksa mendatangkan banyak pekerja tentunya
mengeluarkan extra dana mulai
dari rokok pekerja makanan sampai transportasi saya sendiri ketika pencurahan cor atas mengerjakan sekitar 70 orang perorang 50.000 dari jam 7.30 sampai jam 1.30.jpg)
beginilah keadaan di kampung ..tapi aku percaya setelah kesulitan pasti kita temukan setitik sinar di ujung jalan